Legislator Harap Airnav Indonesia Dapat Realisasikan Visi Perusahaan
Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati. Foto: Munchen/nr
Komisi XI DPR RI menyelenggarakan Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (PERUM LPPNPI) Airnav Indonesia membahas Penyertaan Modal Negara Non Tunai Tahun 2022 kepada perusahaan BUMN itu. Dalam rapat yang dilaksanakan pada Senin (7/11/2022) di Gedung Nusantara I, Senayan Jakarta tersebut, Anis Byarwati menyampaikan harapannya agar Airnav dapat merealisasikan visi perusahaan yaitu menjadi penyedia jasa navigasi penerbangan bertaraf internasional.
Dalam keterangan resmi yang diterima Parlementaria pada Selasa (8/11/2022), Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS tersebut menyarankan agar PT Airnav memiliki data yang menunjukkan indikator capaian dari visi yang telah ditetapkan. “Visi besar yang dimiliki PT Airnav tentu menjadi kebanggaan kita bersama jika bisa dicapai. Oleh karenanya, PT Airnav perlu memiliki data terkait indikator capaian dari visi tersebut. Agar bisa terlihat sudah sampai dimana PT Airnav dari visi tersebut," ujar Anis.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI ini juga menyinggung aktivitas PT Airnav khususnya aktivitas bisnis. Dalam paparan yang disampaikan LPPNPI, dijabarkan bahwa ada tiga aktivitas yang dilakukan yaitu aktivitas utama, aktivitas bisnis dan aktivitas pendukung. Aktivitas bisnis yang dijalankan oleh Airnav berada di luar tugas utama LPPNPI. Adapun upaya yang dilakukan adalah menyewakan bisnis layanan full terbang dan penyewaan aset ke pihak lain seperti penyewaan lahan BTS dan mesin ATM.
“Aktivitas bisnis PT Airnav yang di luar tugas utamanya, perlu dikelola dengan sebaik-baiknya. Agar kontribusi dari aktivitas bisnis ini terhadap pendapatan PT Airnav, bisa signifikan,” jelas Anis.
Legislator asal daerah pemilihan DKI Jakarta I ini juga menyoroti pendapatan PT Airnav yang sempat berjaya di tahun 2017, 2018 dan 2019 dan menurun pada tahun 2020, 2021 dan 2022 karena hantaman pandemic Covid-19. Yang menjadi perhatian adalah penurunan pendapatan tersebut justru disertai dengan kenaikan piutang pada tahun yang sama. Anis mengatakan hal tersebut harus dikelola dengan baik.
"Ketika pendapatan menurun, piutang semestinya bisa dikelola dengan baik agar tidak ikut melonjak. Alokasi piutang perlu ditinjau ulang agar penggunaannya bisa tepat sasaran dan efisien," tambah Anis.
Menutup keterangannya, Anis juga menyarankan agar PT Airnav melakukan kajian untuk memprediksi laba rugi tahun 2023. Hal tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan realisasi laba rugi yang mulai membaik di tahun 2022. (uc/aha)